Ada yang tau apa ini?

Ini adalah sisa stiker Gajah Oling yang tertinggal di salah satu ‘mobil’ box kantor gw yang di hapus paksa oleh aparat keamanan yang ‘mengaku-aku‘ sedang menegakkan hukum, memberantas premanisme jalanan.
Fuhhh… setelah sedikit berargumen, akhirnya boleh sedikit menyisakan gambar gajah ini. Walopun kupingnya sedikit krowak
. Alesan gw sih buat kenang-kenangan. Maklum, gw ini pecinta binatang. Teteup aja kekeuh, pengen menyelamatkan gajah ini dari kepunahan
alasan yang sepertinya kurang masuk akal
. Bukan-bukan begitu, mahal tauk dapetin stiker itu. Berapanya sih gw gak bisa sebutin disini.
Btw, pada tau Gajah Oling gak sih? jangan2 daritadi gw ngomong pada gak ngarti Hehehe, dasar. Hmm… mereka ini adalah salah satu jasa pengawalan pengamanan armada jalanan, especially Mobil angkutan Barang [such as: Truck dan Mobil Box] dari pungli a.k.a pungutan preman dan bajing loncat jalanan di wilayah Jawa. Mereka ini berada di bawah Yayasan Bhirawa Anoraga Kodam V/Brawijaya yang mulai tahun 2002 dipindahtangankan kepada Puskopad “A” Dam V/Brawijaya. Beberapa waktu yang lalu, Gajah Oling ini terpaksa dibubarkan oleh aparat keamanan karena dianggap sebagai preman juga. Kenapa? Karena mereka juga memungut iuran yang jumlahnya termasuk besar 400-500ribu/tahun pada para pengguna jalan khususnya Truck. Tapi menurut gw, jumlah ini jauh lebih kecil dibanding jika sekali ketemu preman dijalan yang diminta 250-400ribu bahkan ada yang lebih. Bayangin aja, sekali jalan bo’!!! Apa nggak jadi bangkrut perusahaan gw kalo’ kena preman gitu.
Gw memang melihatnya dari sisi laen, sebage pelaku lapangan. Jadi, mau diakui atau tidak, sebenernya mereka ini pada hakekatnya memang membantu. Walau memang pada kenyataanya mereka memang juga memungut uang lebih. Tapi dengan jaringan luas yang mereka miliki dan dengan stiker yang menempel di mobil kami kami jadi terbebas dari preman2 kecil yang sekalinya mungut nggak kira2 jumlahnya. Ini kenyataan bo’! Lu harus percaya gw! [loh, kok jadi maksa2 gini]
Jadi kalau kalian perhatikan sekarang [bagi yang suka memperhatikan pengguna jalan], saat ini tidak akan ditemukan lagi mobil/truk/box yang bertuliskan bertempelkan stiker Gajah Oling. Dulu kan banyak banget tuh. Hampir tiap truk ada stiker Gajah Olingnya. Sekarang Gajahnya udah oling beneran deh. Gak tau musti sedih ato seneng. Gw malah jadi tambah was-was aja nih. *garuk-garuk*
*) Berharap para petugas aparat keamanan benar-benar melakukan tugasnya dengan baik secara berkesinambungan. Jangan nanggung atuh, pak. Harus diberantas sampe tuntas! Karena kalau tidak, kami sebagai anak jalanan tidak akan merasa safe menjelajahi jalan yang selama ini sudah menjadi rumah kedua bagi kami. Yakin deh, preman kecil2 masih banyak diluar sana. Kalo’ tidak dibasmi sampe tuntas… kami tidak akan berhenti jadi korban [hihhh, serem ya].
Ahhh… ini hanya sebuah uneg-uneg seorang anak jalanan. Serius gitu bacanya..
#) Beberapa sumber diambil dari om Google.







