[duniafannie]

September 21, 2008

Cinta oh cinta

Filed under: diskusiku — duniafannie @ 10:08 pm
Tags: , , , , ,

Nyadar nggak kalo lebih banyak cowok yang nyatain cinta ke cewek daripada sebaliknya. Nyadar nggak kalo tuh cowok nggak nyatain ke si cewek, si cewek nggak akan sayang sama tuh cowok. So, basically, cewek mencintai orang yang mencintainya. Tapi kalo cowok, mereka memilih kepada siapa cinta mereka akan mereka berikan.
Dasar cinta wanita itu adalah perasaan ingin disayangi. Dasarnya cinta pria adalah perasaan ingin memiliki.

Ini penggalan dari isi novelnya Adhitya Mulya [Gege mencari cinta].
Kemarin pas di perjalanan pulang ke Jogja, akhirnya nerusin baca novel yang udah lama banget dibawa kesana kemari tapi nggak diapa2in. Ngendon di Tas. Bener-bener cuma dibawa-bawa tok. Niatnya mu dibaca dari awal. Tapi pas buka sembarang gitu, malah brenti di satu subjudul “beda Cewek dan Cowok”. Ummh, akhirnya bacanya mule dari situ. Tapi bacanya juga cuma sebatas seselesenya subjudul itu aja sih. Wong akhirnya gw berhasil ketiduran dengan suksesnya ^_^ [ngga niat banget sih bacanya, haks haks].

Disetengah sadar dan tidak gw baca itu novel, ternyata gw masih kepikiran juga sampe sekarang, apa iya gt, Cewek cuma selalu dalam posisi nerima cinta dan akhirnya meneruskan rasa dari cowok yang sudah ada? Cuma mencintai orang yang mencintainya?

Gw sebenernya agak nggak sreg sama pernyataan ini. Hmmmm, menurut gw gak selalu begitu. Buktinya banyak juga cewek yang nolak cowok. Ini bukti bahwa mereka juga nggak sembarangan milih kepada siapa cinta mereka diberikan. Nggak sembarangan bisa mencintai orang yang mencintainya. Iya benar, memang lebih banyak cowok yang nyatain cinta ke cewek daripada sebaliknya. Tapi ini nggak berarti cewek hanya sekedar meneruskan rasa yang sudah ADA dari si cowok. Apalagi kalo’ dibilang …..“kalo tuh cowok nggak nyatain ke si cewek, si cewek nggak akan sayang sama tuh cowok”…. Nggak selalu gitu juga. Belum tentu juga si cewek baru sayang sama si cowok setelah si cowok nyatain kan ya. Bisa jadi si cewek udah sayang dari dulu-dulu. Trus Cuma nggak berani aja bilangnya. :mrgreen:

Well, kadang saat kami [berarti gw termasuk dund? :P ] sedang menyukai, jatuh cinta atau apalah istilahnya, kami memang cenderung diam. Hanya sekedar memberi sinyal-sinyal yang menurut kami sih jelas banget. Basically, kami cenderung hati-hati sekali terhadap ‘hati’ kami. Hanya ingin amannya saja. Tak ingin terperosok terlalu dalam. Tidak mau tersakiti, sebelum ada kepastian dari pihak cowok. Jaga gengsi [makan tuh gengsi ^heuheuheu]. Tapi bukan berarti kami takut untuk jatuh cinta duluan. Kami juga tau kok, kalo mencintai orang yang gak mencintai kita, resikonya adalah sakit hati… [huaaaa…sakiiiiittt]. Tapi kan kami nggak akan trus gantung diri cuma gara-gara orang yang mencintai kita nggak bales mencintai kita kan. Justru ini membuktikan bahwa kami lebih dewasa dalam berpikir ^loh^ [mulai deh narsis], istilahnya ‘nrimo ing pangguh’ hwahahaha [iki opo toh]

Kembali lagi ke topik, kalo menurut gw, ini cuma masalah kesempatan aja. Kesempatan cewek untuk menyatakan cinta nggak sebesar kesempatan cowok. Karena cewek cenderung berada pada posisi untuk “dipilih”. Kecil kemungkinan untuk memilih, kecuali kalo memang banyak option [baca: banyak yang nembak]. Dan tentu saja masalah gengsi [pride]. Cewek bener2 masih menjaga yang satu ini. [hare gene masih gengsi? Xixixix]

Tapi yang namanya hati, gw yakin, walopun banyak pilihan, kalo yang mu dipilih nggak ada disana, cewek juga nggak bakalan maksain buat nerima pilihan itu [ya nggak ya nggak]. Hihihi, memang susah mencari cinta sejati, saat kita menjatuhkan pilihan untuk jatuh cinta, belum tentu cinta itu jatuh balik pada kita. Akhirnya cuma kembali ke pepatah lama… bersakit-sakit dahulu berenang-renang kemudian, eh salah, maksudnya… Jodoh nggak akan lari kemana. Yang diuber-uber, yang dijaga mati-matian, juga belum tentu bertahan. Mungkin… yang dilepas, di bebaskan… malah akan datang dengan sendirinya. Jodoh itu misteri. Datang tak dijemput… pulang tak diantar. Loh, mulai kumat jayusnya. Hwahaha, kayanya gw udah melenceng dari judul. Sudahlah,… kita akhiri saja. :mrgreen: Pamit deh.

Moral of the story: Bacalah buku kalau ingin ketiduran ;)

August 20, 2008

I N B O X

Filed under: diskusiku — duniafannie @ 6:43 pm
Tags: , , ,

Ini bukan nama acara musik di salah satu stasiun TV swasta kita yang tayang tiap pagi dari senin sampe Jumat itu. Inbox yang saya maksud disini adalah tempat penyimpan sms masuk di Hp kita. Kalau setting bahasa di Hp kita Bahasa Indonesia, maka namanya menjadi ‘kotak masuk’.

Banyaknya sms yang kita terima per hari, biasanya tergantung pada banyak sms yang kita kirim. Kalo’ kita ngirimnya banyak, kemungkinan besar banyak juga sms yang kita terima. Dan semakin banyak sms yang kita terima, semakin penuh Inbox kita. N-ah, yang ingin saya tanyakan, berapa lama sms-sms yang Anda terima itu, bertahan di inbox Anda? Atau dengan kata lain, Kapan Anda menghapus sms di Inbox Anda? Jawabannya mungkin bisa macam2. Diantaranya,

> hanya hitungan detik [begitu sms dibaca]
> beberapa menit [setelah sms itu selesai dibalas]
> beberapa jam [saat sudah tidak ada balasan lagi dari pengirim, setelah kita mengirim balik]
> beberapa hari [saat kita sudah merasa isinya kadaluwarsa]
> beberapa minggu [saat kita sudah merasa sms itu ndak penting lagi : sama saja kadaluwarsa sebenarnya]
> beberapa bulan [saat kita merasa, sms ini hanya menuh2in inbox kita]
> beberapa tahun [saat sudah tidak ada yang perlu dikenang dari isi sms itu] :) ]

Kalau saya yang harus menjawab, jawaban saya… “Ya tergantung…. tergantung isi dan siapa pengirimnya.” :)

Bagi saya, kalau isinya penting, biasanya sms itu akan bertahan minimal dalam hitungan hari. Sampai segala sesuatunya selesai dibahas dan tidak ada kelanjutan sms, baru saya hapus. Nah kalau isinya nggak penting, biasanya dalam hitungan detik bisa langsung saya hapus. Walaupun ada juga sms gak penting yang masih saja setia menjadi penunggu inbox saya, dikarenakan pengirimnya saya anggap lebih penting daripada isinya [heuheuheu]. Ini pengecualian khusus. Tapi justru pengecualian2 seperti ini yang sering membuat inbox kita penuh. Tanpa sadar Inbox sudah penuh oleh sms2 nggak penting, yang mungkin isinya hanya beberapa kata saja.

Mungkin mudah saja bagi sebagian orang untuk menyikapi Inbox penuh. Tinggal delete all, beres. Tapi tidak bagi saya. Fuuuuuhhhhh… rasanya berat untuk memilih sms mana yang harus saya hapus. Secara sms yang tertinggal di Inbox, biasanya saya anggap penting [walopun sebenernya termasuk kategori sama sekali nggak penting]. Biasanya saya akan membaca berulang-ulang, mencari mana yang akan saya hapus biar nggak nyesel sudah menghapusnya, atau bahkan kadang kalau sudah bingung sekali, biasanya saya catat isi smsnya dulu baru saya hapus. Terutama waktu moment ultah, tidak ada satupun yang akan saya hapus tanpa saya catat [sampe segitunya]. ^Jadi mending buat yang mau ngirim sms ultah ke saya, jangan pake template, nanti idem donk sama taon kemaren [hayah]. N-ah, kalau udah dicatatpun masih saja bingung, saya gunakan pilihan terakhir… yaitu tutup mata, dan hapus sekenanya. Biasanya ber-efek penyesalan, tapi ya ikhlas2 saja, wong ya sudah dihapus [piye meneh].

Seperti saat ini, sudah beberapa minggu ini inbox saya belum saya pilihi mana yang harus dihapus. Biasanya saya baru hapus sms kalau ada sms yang sudah antri mau masuk. Jadi jangan heran kalau Anda mengirim sms ke saya dan pending. Hehehe…. sabaaaarrr… antri dulu yah. Hmmm, sekali lagi saya katakan, saya tidak akan men’delete all’ inbox saya. Jadi jangan menyuruh saya untuk itu [Hehehe]. ;)

Bagaimana dengan Anda? Berapa lama sms-sms masuk bertahan di Inbox Anda? Apakah Anda termasuk orang yang sering men’delete all’ inbox Anda karena menganggap itu nggak penting? Hmmm.. atau Anda ingin iseng mengetahui sms siapa yang secara tidak sadar masih Anda simpan di Inbox Anda [terlepas dari penting atau tidak pengirimnya] ? Cek saja Inbox Anda sekarang…. dan dapatkan jawabannya.

:)

Blog at WordPress.com.