Iyes. Blog saya memang mati suri.
sepertinya hidup tak mampu, matipun tak mau…
Tapi dibalik mati surinya blog ini, saya mau membuka sebuah rahasia…
*halagh. opo lho.
yaaa… bahwa selama ini saya masih saja sering menyambangi satu blog yang saat ini nangkring di speed dial opera mini next saya di urutan ke 8. (halagh meneh).
Blog yang konon katanya menceritakan tentang cerita tiada guna.
hiyaaaa masak saya rajin mbaca cerita tiada guna, ada ada aja. (boong banget kalo dibilang cerita tiada guna. jangan percayah).
Tau dong. Blog ini lho…
Soal kenapanya? ya jangan tanya kenapa…
karna ku tak tauuu… *pingkan mambo mode*.
flashback sedikit. (mengobrak abrik memori yang belum ter-defrag sempurna)
Pertama kali saya nyasar ke blog ini, dulu masih beralamat di http://warmorning.com (correct me if i’m wrong, om).
Duluuuu pas saya mampir, blog ini bernuansa hitam. Tapi selang kemudian, kadang putih, kadang ganti lagi, tapi masih seputar yg simpel simpel. Ya, empunya senang sekali berganti theme yang simpel-simpel.
(sotoy sedikit)
Kesan pertama yang membekas waktu itu, adalah simpel dan hangat dan lelaki sekali.
mungkin karena ‘warmorning’ namanya.
Dan sempat terpengaruh oleh namanya pula yang ada morning-morningnya, saya sempat menjadikannya semacam ritual pagi…
(jadi dulu) hampir setiap pagi, setelah membuka mata… melalui gadget hp mini saya yang sekarang sudah pensiun, saya selalu membuka blog ini.
*agak lebay tapi nyata.
)
Dulu saat saya masih jadi anak jalanan. yang selalu terdampar di kota-kota besar (dan kecil) pulau ini *halagh masa lalu*
Disela hiruk pikuknya jalan, setiap pagi-siang-malam saya selalu ngintip blog ini.
Soalnya (lagi-lagi) duluuu… empunya blog rajin banget posting. Kadang sehari itu bisa posting satu, dua, tiga… bahkan lebih dari empat kalo dihitung dengan blog lainnya yang terserak dimana mana ituh. sungguh mengagumkan bukan?
Entah, selalu saja ada yang bisa saya ambil dari ceritanya. Entah itu cuma terselip pikir: ‘oh iya ya…’ atau ‘ah masak sih?’ dan ‘wah… baru tau..’ atau lagi ‘ihh keren euy’… dan yang paling dasyat… ‘mau coba ah’.
Tak heran kiranya kalo sampai saat ini saya masih rajin menyambangi blog ini. Bahkan masih sering menenggerkan komen di postingan-postingannya.
Just fyi, ini adalah satu-satunya blog yang masih sering saya komentarin sampai saat ini… (karna saya tak pernah tahan buat ga komen). #pengakuan
)
Dan, baiklah… tentang blog ini saya tak bisa mereview banyak-banyak
karena saya bukanlah reviewer sejati. *opotoh.
Tapi ya… manusia dibalik blog ini selalu bisa menuliskan sebuah cerita yang ajaib. (eaaa.. gak nemu kata yang pas).
Pokoknya menurut saya, sekali lagi… blog ini tuh simpel.
dan ajaib memang, betapa pilihan kata-kata yang simpel itu bisa menghasilkan sebuah cerita yang kadang mbulet. dan dari cerita yang mbulet itu bisa membuat semacam kesan yang sedemikian rupa sehingga membuat ketagihan pengunjungnya untuk kembali lagi ke blog itu lagi itu lagi. (whahahaha, oke baiklah saya nyerah bikin review, om)
)
haduh… capek juga lama nggak nulis. bikin segini aja saya mumet to the max. *lebay*
Tapi sungguh, saya nulis postingan yang sepertinya tidak seperti review ini, bukan biar menang di koeis djoemat itu. *walau kalo menang ya alhamdulillah.
)
Tapi saya nulis ini, karena tergelitik… ingin mereview sebuah blog yang sekian taun selalu dan masih sering saya sambangi. (halagh).
dan tentunya saya juga ingin menyampaikan bahwa… dibalik sebuah blog yang mati suri, saya masih sering berjumpalitan mengunjungi blog idola saya secara underground. hiyaaaa… *ini postingan opo toh.
yaaa… beginilah. hasil dari rajin baca blog itu lagi itu lagi, saya jadi sedikit banyak terinfluence. *nyari kambing ijo* wkwkwkwkkkk
baiklah, begitulah adanya.
sepertinya cukup demikian saja…
*salam hangat.

Iyak… gw mu ngomongin kambingnya Pak Pedhet yang gw liat di pinggir jalan, sewaktu gw lagi berkeliling kota naek















