[duniafannie]

December 28, 2011

Hari ini,

Filed under: you — duniafannie @ 11:15 pm
Tags: ,

22 bulan yang lalu….

keraguan itu terbayang jelas di wajahmu.

dan tak seharusnya aku mengabaikan hal itu. Andaikan ku tau.

Ah, tak ada yang kusesali.
Ku harap kau pun demikian.

Semoga, segera kudapatkan jawaban…
hingga tak lagi kulihat keraguan itu.

Apapun itu.

December 18, 2011

Keramat Rindu.

Filed under: inspirasiku — duniafannie @ 8:01 pm
Tags: ,

Menjadi biasa, itu luar biasa. Aku terbiasa bersamamu lalu tidak, itu sungguh menyiksa.

Tak mampu kutepikan. Nyatanya, rumah hatimu adalah tumpah rinduku. Berkemah merangsak sumsum; mengibarkan bendera kegelisahan yang membukitkan luka, juga bahagia.

Jika boleh memilih, aku membutuhkan rindu sebagai kata keramat yang ingin kudengar dari bibirmu, setiap hari. Seperti berpuluh malam yang kita pahat dengan napas surgawi. Seperti berpuluh mimpi yang kita hias dengan warna pelangi.

——————————————————————————————–

Sekali lagi, Moammar Emka :)

December 16, 2011

naif.

Filed under: inspirasiku — duniafannie @ 2:19 am
Tags: , ,

 Ajarkan aku menjadi naif.
Senaif dirimu yang masih bisa tertawa.
Senaif kebahagiaan di alam kita berdua.
Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan.
Aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan.
Atau ajarkan aku menjadi penipu.
Apabila ternyata kau merasakan sakit itu dalam tawamu.

Supernova, Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh. Page 124.

December 6, 2011

Ada Kamu di Balik Secangkir Teh Kayu Manis

Filed under: inspirasiku — duniafannie @ 4:35 pm
Tags: , ,

aku menemukan kamu di balik secangkir teh kayu manis, sore ini.

aku menghitung hari. dua, tujuh, enambelas hari sejak kepergianmu dengan secarik senyum menghias di bibir. secarik ? ah ya, kamu selalu tersenyum ketika aku menyebut senyummu dengan secarik. karena bibir kamu yang tipis dan ranum merah jambu.

aku menemukan senyummu di dalam kepulan hangat aroma kayu manis yang menggelitik hidungku. senyummu hangat dan menggoda untuk dihisap. aku terpikat dan luruh dalam senyum yang membuat debar jantungku menari dalam nada yang menghentak tak berirama.

kusesap batang kayu manis. terasa pahit dan getir. seperti itu lah dirimu. hangat. mencintaimu itu pahit dan getir. kamu seperti ranah yang tak terjamah. tak peka mengenali peta hatimu yang tak berjejak. kamu tinggal begitu lama dalam hatiku tapi aku tak mengenalimu sedalam itu. lelikuan sikap dan maumu meninggalkan ranah gersang sejak kepergianmu, dengan secarik senyummu itu.

ah. nikmatnya menikmati secangkir teh kayu manis di sore hari. menikmati hangat, manis, pahit dan getirnya. seperti menikmati kamu, yang sudah enam belas hari ini tak pulang ke rumah hatiku.

***

sore hari, menikmati senja luruh sambil menghitung hari, yaaa genap enambelas hari, dan kamu belum pulang. secangkir teh kayu manis yang biasanya menemani kini tak mampu menggantikan. huh.

———————————————————————————–

*this is an email from you :)

yang kata kamu, kamu  baca dari sini

ah ya, demikian halnya aku….

aku memang kadang tak mengerti tentangmu..

tapi sepertinya aku lebih tak mengerti kenapa ternyata aku bisa mengerti ketidakmengertianmu..

dan menerimamu…

bahkan semakin tenggelam di dalam ‘mu…

-moo-

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.