[duniafannie]

September 6, 2008

Mengertilah… aku.

Filed under: Curahan hatiku... — duniafannie @ 7:06 am

 

’stupid!’

 

‘…….Tiba2 aku merasa bodoh. Menyalahkan diri sendiri. Baru sadar kalau kebiasaan jelekku berimbas ke orang lain. Maaf… maaf sekali, aku tak menyadarinya. Aku tak tahu harus bagaimana … ya inilah aku. Kadang terlalu menutup mata. Tak mau tau keadaan di luar. Sering menghilang tiba2. Ingin lenyap seketika.

Maaf…. Bukan maksudku….. T.T’

 

Yup.. kebiasaan jelek untuk menghilang tiba2. Menghilang dalam waktu lama. Tidak menghubungi siapapun. Malas berinteraksi. Bahkan membalas smspun malas. Fuuuuuhhh… kebiasaan itu membuatku harus membayar mahal… kehilangan seorang teman… ogh… tidaaaaaakkk…! [semoga ini tidak benar2 terjadi]

 

Beberapa minggu lalu. Ada telpon dari seorang teman. Tapi karena waktunya nggak pas [pas sedang kerja].. jadi sementara kusuruh matiin dulu [Kebodohan pertama: janji bilang mau ngabari kalo' udah nggak sibuk, tapi sama sekali nggak inget buat ngabari sampai malam berubah menjadi pagi]. Lalu dia sms… [Kebodohan kedua: lagi2 tidak membalas smsnya. Kebiasaan jelek yang sudah sering diprotes banyak orang, tapi nggak pernah bisa di ubah. Stupid!]. Kemudian selang satu minggu dia telpon lagi… [kali ini mungkin benar2 nggak denger. Nggak ku angkat]. Akhirnya selang beberapa lama, aku sms… dan… Jegerrr… kaget ku dibuatnya.

 

‘Maaf, fan. Aku udah terlanjur sebel ma kamu. Mungkin kamu udah berubah., Bukan sahabatku yang dulu lagi…’

 

HAH! Kaget. Bengong. Bingung. Terpana. Hampa. Sedih. T.T

 

Begitukah? Apa iya aku sudah berubah? Perasaan dari dulu aku emang kaya gini. Hiks. Sedih banget rasanya pas baca sms itu. Fiuhhh… jadi mikir, apa iya aku sekejam itu. +binun+

 

Saat ku balas smsnya, memberi sebuah alasan yang kuharap bisa diterima ……..sepertinya gagal. Smsku  tak dibalas. Mms gambarku yang imutpun tak direspon. Tak ada kabar lagi. Terus terang aku tak bernyali untuk sekedar telpon. Tak bernyali menghadapi kenyataan kalo mungkin telponku hanya akan di reject. +binun lagi+

Dan akhirnya hanya diam. Menanti sebuah keajaiban. Berharap dia kan mengerti bahwa aku tak pernah dengan ’sengaja’ melupakannya.

 

Well… terkadang orang tak menyadari ada perubahan di dirinya. Sampai orang lain menyadarkannya.

Yah, mungkin aku memang tak seperti dulu lagi. Mungkin aku memang sudah berubah. Tapi terus terang aku tak tahu dimananya [Lagi-lagi, Stupid!].

 

Yang kutahu… kesibukan memang memberiku jarak dengan orang disekitarku. Entahlah… ’sendiri’ sepertinya adalah pilihan yang paling mengasyikkan setelah seminggu berkutat dengan kerjaan yang melelahkan. Aku lebih memilih ‘kesendirian’ itu. Salahkah aku? Memang egois… tapi bagaimana lagi. Hanya itu satu-satunya cara kembali me’refresh’kan otakku. Aku tau… iya aku tauuu… apa susahnya sih sms/telpon. Huhuhuu.. [ironis sekali, dulu pernah memprotes hal ini ke seseorang, tapi sekarang aku yang ganti diprotes... Jaaaahhh]. Yah.. penjelasan nampaknya hanya akan sia-sia saja.

 

Seperti tak belajar dari pengalaman, sampai detik ini, akupun masih melakukan kebiasaan buruk itu. Huhuhuuu…sulit sekali menghilangkan kebiasaan ini. Sudah dicoba. Sumpritttt!

Akhirnya ku hanya berharap semua orang bisa mengerti dengan sendirinya. Lah… tapi memang aku seperti ini. Kukira semua orang sudah mengerti ^_^ [Yah tapi aku tak berharap banyak sih. Wong aku sendiri kadang tak bisa mengerti diriku sendiri. ^sudah kubilang...hanya orang2 yang diberi anugrah lebih yang bisa mengerti siapa aku -red me and myself ]

 

^To my dear anastasia… ‘what can i do then? tak adakah kata maaf? tak bisakah mendengar penjelasanku? Tidak maukah kau jadi temanku lagi? T.T

5 Comments »

  1. Dari gw jadi aku aja dah brubah.

    Stau gw c yg namanya sahabat ga kan ilang cm krna masalah sepele kaya gt. Yang namanya sahabat ya udah ga da tedeng aling2 lg, mu dbentak, dtendang, diomelin, pasti masih disitu. Lha wong sobatan, ya pasti lebih dari sekedar tmen yg bisa datang n pergi gt aja.
    Just my opinion c. :-)

    ^ re : iya juga c… ma’aci opininyah.

    Comment by Ayam Cinta — September 6, 2008 @ 3:46 pm | Reply

  2. setuju sama ayam cinta….cuma emosi sesaat…emosi sesaat. oiya sori numpang komen…lg blogwalking soalnya. salam kenal.

    ^re : hu uh, mgkn cm emosi sesaat. thx. mampir lg ya.. lam nal jugak.

    Comment by geRrilya — September 7, 2008 @ 12:46 am | Reply

  3. Looohhh… lagi2 sama. bisa barengan change the theme… kekekekekekkkkkk

    Manusia, tempat salah dan lupa… Loh (ga nyambung)….

    ^ re : iyah sama. sekali lagih. kalo sampe sama lagih. dapet piring cantik y. xixixix

    Comment by sejenakdiam — September 7, 2008 @ 10:58 am | Reply

  4. iyah
    kamu berubah!!
    - sedih -

    tapi gapapa
    ak udah maapin ko..
    :P

    jangan2..
    kamu sailormoon ya mba???

    ^re: haiyah. yah,berubah dkit kn gpp. biar idup gk gt2 aj. +loh+
    btw, akhrñ rayuanku brhasil.
    LOL :)
    Thx brö.

    Comment by mbilunk — September 9, 2008 @ 10:05 pm | Reply

  5. hmm…. aku pernah mengalami situasi yang sama denganmu mo…
    tapi finally masalah dapat diselesaikan meski dengan menangis darah dan pengorbanan duit buat ntraktir. tapi no problemo lah… persahabatan kan gak dapat dinilai dengan uang.

    ^re: untung lg bulan puasa. jd aq gk pk acr traktir2an segala. hehe,alhmdlh.

    Comment by miminita — September 10, 2008 @ 3:26 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.