[duniafannie]

August 7, 2008

Dan mentaripun masih belum mau bersinar.

Filed under: Uncategorized — duniafannie @ 6:35 pm

 

Kerjaan gw masih saja belum selesai minggu ini. Ternyata tidak cukup hanya Garut saja yang menyiksaku. Masih ada penyiksaan yang menanti gw hari ini. Perkiraan gw, hari ini gw bakalan nyante di kantor. Ngecek sisa barang bawaan gw dari Garut kemaren. Sambil ngrumpi dikit bersama ibu2 pekerja packing di Gudang tempat pengepakan, Tapi dasar gwnya apes,… kerjaan berat emang sedang senang menghampiriku.

 

LAGI! Gw di beri tugas untuk mengcover proses pencarian sopir. Apes deh gw. Kali ini pencarian sopir dilakukan di Purbalingga sampai sepanjang jalan menuju arah Banjarnegara. FYI, lowongan untuk sopir memang sudah di tempel di tempat2 informasi terpilih yang sekiranya ramai didatangi oleh para sopir. Dan tugas gw hanya mendatangi tempat2 itu sejenak untuk mengadakan ‘wawancara pendek’ dengan para peminat kerja, yang kemudian jika ada yang memenuhi persyaratan, sesuai kriteria dan tentunya yang sreg di hati gw, barulah gw suruh mereka datang langsung ke kantor untuk mengikuti tes selanjutnya. Agak berbelit2 memang. Tapi dari hasil sebelum2nya, cara ini cukup efektif untuk mendapatkan sopir yang berkualitas jika dibandingkan menyuruh mereka semua datang ke kantor langsung untuk di tes satu persatu. Iya kalo yang datang cuma satu sampai lima orang, lah kalo banyak gimana? Ya akhirnya jadi capek deh. ^ibarat mencari jarum di tumpukan jerami, gak semudah itu mendapatkan sopir yang sesuai dengan harapan. 

 

Benar. Hampir setengah hari melakukan pencarian, ternyata masih belum ditemukan. Gk ada yang cakep siiiiyyyhh… [haiyah]. Tapi bener, guys. Dari sekian tempat yang gw datangi, gw belum mendapatkan sopir yang sreg di hati. Sebenernya bukan penampilan yang gw utamakan. Tapi  memang terus terang saja, penampilan… dan kesan pert ama benar2 sangat memonopoli hati untuk membuat keputusan. Masak iya, gw akan nyuruh orang yang gondrong, item, sangar, bauk lagi… buat datang ke kantor buat ngikut tes. Ya gak lah… I’d prefer to try another chance. Mencari di tempat lain dan menanti hadirnya sang sopir idaman untuk ditemukan. What a hard damn thing.

 

Fuuuuhhh, satu-satunya yang gw harapkan hari ini adalah ‘semoga hari ini cepat berlalu’. Berhubung nggak mungkin mensortirkan 24jam menjadi lebih pendek, akhirnya gw melakukan tindakan2 yang menjurus pada usaha pencarian kepuasan diri ^yang mungkin biar lebih singkat, gw singkat aja menjadi PKD [lah, kok jadi kaya nama partai di negeri ini =P ]. Eit, jangan protes dulu, PKD ini baru gw lakukan setelah tugas gw selesai kok. Bukan ditengah2nya. Gw kan orangnya amat sangat memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi terhadap pekerjaan gw, walo ngedumel sampe mulut gw dower, tapi gw selalu menjalaninya dengan sepenuh hati [Kumat kumat… narsisnya beraksi].  Yup! Jadi gw baru memulai aksi PKD ini, setelah mendapatkan 3 orang yang layak gw undang ke tes selanjutnya, berikut 2 orang cadangan yang akan disuruh datang jika dan hanya jika tidak ada yang mampu menjadi sopir idaman dari 3 orang sebelumnya.

 

Aksi PKD ini, dimulai dengan makan mi ayam di dekat pertigaan Klampok, Banyumas. Uenak tenan! Entah efek laper yang tiada tara atau memang rasanya enak. Yang pasti selama penghabisan mi ayam itu, 2 buah bakwan menjadi menu pengiring gw, disertai 1 krupuk dan segelas teh tawar hangat. Haemmm, akhirnya niat gw makan mi ayam dari minggu kemaren kesampean juga ^nyam nyam nyam.

 

Next action… adalah mencoba melewati jalan terobosan. Jadi dari arah Banjarnegara, kalau mau balik ke Gombong, sebenernya ada jalan terobosan lewat Jl. Sempor, sehingga jarak yang ditempuh lebih dekat jika dibandingkan kembali ke jalan yang tadi berangkatnya lewat [Red. Banyumas]. Yah, jujur aja wes, gw jujur ini…sumpah! Sebenernya, lewat jalan ini, niatnya memang mau mampir ke Waduk Sempor. Ituh, waduk yang ada aernya ^ya iyalah namanya juga Waduk. Sedikit bahasan tentang tempat wisata ini,

Waduk sempor terletak 10 Km arah utara Gombong. Waduk ini merupakan perpaduan antara tempat wisata, sumber irigasi wilayah setempat dan sekaligus berfungsi sebagai penggerak turbin PLTA dan PDAM. Yang mengagumkan, walaupun ada sentuhan karya manusia dalam pembuatan waduk ini, perpaduannya dengan alam masih memberi kesan alami yang sangat kental. Hingga kita akan puas melihat keelokan pemandangan disekitar, saat melepas pandangan sejauh mata memandang. Hmmm beautiful scenery.

  Jadi siang itu, ditengah sinar terik mentari yang bersahabat, hu uh tumben tidak panas menyengat, hanya sedikit memberi sentuhan kehangatan di kulit gw yang halus dan lembut ini =P , gw mencoba untuk melepaskan penat karena padatnya kerjaan di awal minggu, dan melampiaskan selampias piasnya, untuk memperbaiki system self control gw yang rada2 nge blank dikit kemaren [APA! Dikit? Serius lo?].

 Menganut satu lagi peribahasa, ‘sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui’. Gw tidak menyia-nyiakan kesempatan besar ini. Yup, naluri kenarsisan gw pun beraksi [lagi]. Hehehehe….. Jadi bukan hanya penat yang hilang, tapi kepuasan batin terhadap naluri narsisme juga tersampaikan… hualah walah.

 Hampir selama 1jam gw berada di tempat ini. Pertamanya hanya diam. Mengagumi keindahan alamNya. Dan sedikit merenung, tentang hidup gw dan beragam isi didalamnya [huaduh, berad..berad, gw gak mampu lama2 buat yg satu ini]. Hasilnya benar2 mencengangkan, guys… gw almost tambah mellow karena moment ini. Well, I’d love to have some time alone like this. But if this just make me worse, I’d better run… jadiiiii akhirnya gw nereakin sopir gw… [Mas rommmmm….]……help me…. ^ to take my picture! Hehehehe…

 

Sesi pemotretan berlangsung seru. Berhubung sopir gw sama sekali gak tau tentang Art Photography… dan karena gw tau sedikiiittt.. [thanks 2 u, dude…] akhirnya gw yang ribut ngarahin biar dia [sopir gw] ngambilnya pas. Huhuhuuuu… jadi posisinya begini. Gw fokuskan kamera [hp] gw ke tempat yang akan gw tempati untuk ‘di’poto. And then, gw suruh dia buat megang kamera itu, dan pesan agar tidak usah bergerak sama sekali… [bernafas boleh]. And last, gw sedikit berlari kecil kearah yang mu di take. “Jepret…!” ummmm not bad lah… +senyum lebar sekali+

 

Here are some of the results… ‘sentuhan fotografinya bagus kan?’ xixixix

     

 

Gara2 freak sopir gw yang dikit2 protes sana, protes sini soal pose standar gw yang itu2, gw malah jadi ketawa ngakak. Hahahaaa, ternyata hati memang tidak bisa berbohong. Huhuhuuuuuu…. Lumayanlah,guys. Lumayan menyenangkan kok PKD gw kali ini.

 

Agak agak lari…

sedikit terengah engah…

dan menyisakan lelah.

[I really hate to feel this way].

About these ads

4 Comments »

  1. makanya nganggr ajah…
    kan enak, heeeee…

    Comment by bG — August 10, 2008 @ 4:46 pm | Reply

  2. Wis pernah juga ke Waduk Sempor… Pas piknik SD dulu.wkwkwkk
    +Bacanya bikin mata merah-merah, mbok digedhein dikit font-e+
    ^_^

    Comment by sejenakdiam — August 11, 2008 @ 2:14 pm | Reply

  3. Nice photos.

    Salam kenal :)

    Comment by bisaku — August 15, 2008 @ 8:17 am | Reply

  4. >bG>> lah..trus aku rep mangan opo, mbang… nek nganggur.. :p
    >sejenakdiam>> sori, dab. baru nyadar kalo font nya kecil.. y gpplah, ky yang nulis…
    >bisaku>> makasiiyyyh.. lam nal juga.

    Comment by duniafannie — August 15, 2008 @ 2:50 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: