Ini bukan nama acara musik di salah satu stasiun TV swasta kita yang tayang tiap pagi dari senin sampe Jumat itu. Inbox yang saya maksud disini adalah tempat penyimpan sms masuk di Hp kita. Kalau setting bahasa di Hp kita Bahasa Indonesia, maka namanya menjadi ‘kotak masuk’.
Banyaknya sms yang kita terima per hari, biasanya tergantung pada banyak sms yang kita kirim. Kalo’ kita ngirimnya banyak, kemungkinan besar banyak juga sms yang kita terima. Dan semakin banyak sms yang kita terima, semakin penuh Inbox kita. N-ah, yang ingin saya tanyakan, berapa lama sms-sms yang Anda terima itu, bertahan di inbox Anda? Atau dengan kata lain, Kapan Anda menghapus sms di Inbox Anda? Jawabannya mungkin bisa macam2. Diantaranya,
> hanya hitungan detik [begitu sms dibaca]
> beberapa menit [setelah sms itu selesai dibalas]
> beberapa jam [saat sudah tidak ada balasan lagi dari pengirim, setelah kita mengirim balik]
> beberapa hari [saat kita sudah merasa isinya kadaluwarsa]
> beberapa minggu [saat kita sudah merasa sms itu ndak penting lagi : sama saja kadaluwarsa sebenarnya]
> beberapa bulan [saat kita merasa, sms ini hanya menuh2in inbox kita]
> beberapa tahun [saat sudah tidak ada yang perlu dikenang dari isi sms itu]
]
Kalau saya yang harus menjawab, jawaban saya… “Ya tergantung…. tergantung isi dan siapa pengirimnya.”
Bagi saya, kalau isinya penting, biasanya sms itu akan bertahan minimal dalam hitungan hari. Sampai segala sesuatunya selesai dibahas dan tidak ada kelanjutan sms, baru saya hapus. Nah kalau isinya nggak penting, biasanya dalam hitungan detik bisa langsung saya hapus. Walaupun ada juga sms gak penting yang masih saja setia menjadi penunggu inbox saya, dikarenakan pengirimnya saya anggap lebih penting daripada isinya [heuheuheu]. Ini pengecualian khusus. Tapi justru pengecualian2 seperti ini yang sering membuat inbox kita penuh. Tanpa sadar Inbox sudah penuh oleh sms2 nggak penting, yang mungkin isinya hanya beberapa kata saja.
Mungkin mudah saja bagi sebagian orang untuk menyikapi Inbox penuh. Tinggal delete all, beres. Tapi tidak bagi saya. Fuuuuuhhhhh… rasanya berat untuk memilih sms mana yang harus saya hapus. Secara sms yang tertinggal di Inbox, biasanya saya anggap penting [walopun sebenernya termasuk kategori sama sekali nggak penting]. Biasanya saya akan membaca berulang-ulang, mencari mana yang akan saya hapus biar nggak nyesel sudah menghapusnya, atau bahkan kadang kalau sudah bingung sekali, biasanya saya catat isi smsnya dulu baru saya hapus. Terutama waktu moment ultah, tidak ada satupun yang akan saya hapus tanpa saya catat [sampe segitunya]. ^Jadi mending buat yang mau ngirim sms ultah ke saya, jangan pake template, nanti idem donk sama taon kemaren [hayah]. N-ah, kalau udah dicatatpun masih saja bingung, saya gunakan pilihan terakhir… yaitu tutup mata, dan hapus sekenanya. Biasanya ber-efek penyesalan, tapi ya ikhlas2 saja, wong ya sudah dihapus [piye meneh].
Seperti saat ini, sudah beberapa minggu ini inbox saya belum saya pilihi mana yang harus dihapus. Biasanya saya baru hapus sms kalau ada sms yang sudah antri mau masuk. Jadi jangan heran kalau Anda mengirim sms ke saya dan pending. Hehehe…. sabaaaarrr… antri dulu yah. Hmmm, sekali lagi saya katakan, saya tidak akan men’delete all’ inbox saya. Jadi jangan menyuruh saya untuk itu [Hehehe].
Bagaimana dengan Anda? Berapa lama sms-sms masuk bertahan di Inbox Anda? Apakah Anda termasuk orang yang sering men’delete all’ inbox Anda karena menganggap itu nggak penting? Hmmm.. atau Anda ingin iseng mengetahui sms siapa yang secara tidak sadar masih Anda simpan di Inbox Anda [terlepas dari penting atau tidak pengirimnya] ? Cek saja Inbox Anda sekarang…. dan dapatkan jawabannya.